Bismillahirrahmanirrahim…
Menuntut ilmu, ternyata ada etikanya. Tidak asal sekadar kita mendapatkan ilmu saja. Tidak asal berusaha mendapat nilai baik saja. Karena ternyata, ada etika-etika dalam menuntut ilmu yang kebanyakan orang belum mengetahui. Saya mendapatkan penjelasan tentang ini dari guru saya tercinta. Nah, apa saja etikanya?
1. Memakan Makanan Halal lagi Baik
Sebagai seorang penuntut ilmu, kita harus memakan makanan yang baik yang bermanfaat. Makanan yang halal lagi baik tentunya akan mendatangkan manfaat untuk kita. Dalam menuntut ilmu, kita perlu asupan makanan-makanan bergizi sebagai penunjang. Contohnya adalah ikan, telur, susu, dsb. Kita juga lebih baik menghindari jajanan-jajanan yang kurang baik yang kurang bergizi, seperti makanan-makanan yang mengandung MSG. Boleh sesekali, asal jangan berlebih. Hal ini dikarenakan akan menurunkan kemampuan otak kita dalam belajar. Satu hal lagi, kita jangan memakan makanan hasil curian atau didapatkan dari jalan yang haram atau tidak baik. Kita juga lebih baik untuk tidak merokok. Melihat bahaya yang ditimbulkannya, sebagai pelajar, mari kita jauhi tindakan itu.
2. Mengurangi Makan dan Minum
Sebagai penuntut ilmu, janganlah kita makan dan minum berlebihan karena akan mengakibatkan tumpulnya akal, banyak tidur, sifat malas,dan mudah terkena penyakit. Bahkan, dianjurkan untuk tidak makan sampai kenyang. Rasa kenyang akan menyebatkan badan menjadi berat, hati menjadi kasar, ketajaman berpikir akan hilang, dam sifat malas. Saya pernah mendapat penjelasan dari seorang guru bahwa pelajar, lebih baik makan malam di atas jam 7 malam. Sebuah penelitian menyatakan bahwa pada jam 6-7, sistem pencernaan kita sedang menyerap sari-sari makanan yang kita makan dari pagi sampai sore itu. Dan jika kita makan di antara jam itu, akan memberatkan proses pencernaan sehingga, proses penyerapan sai makanan menjadi kurang maksimal. Sari makanan yang berguna untuk tubuh dan kesehatan otak menjadi kurang maksimal diserap. Seorang pelajar akan sangat membutuhkan sari makanan itu. Dan, sangat baik untuk belajar atau mengulang pelajaran pada jam-jam itu.
3. Tidak banyak Bicara dan Tidur
Seorang penuntut ilmu harus berbicara sekadarnya hanya untuk hal-hal yang penting-penting saja. Kita juga harus mengurangi tidur sebisanya. Tidur yang berlebihan adalah hal yang tidak selayaknya dilakukan oleh seorang penuntut ilmu, karena akan menyebabkan waktu menjadi sia-sia. Banyak bicara, akan menyebabkan pikiran tidak tertata, sombong, dan berpeluang besar untuk cenderung berbuat kesalahan atau dosa. Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Sebagai penuntut ilmu, kita dianjurkan untuk lebih banyak mendengar dan diam. Karena dengan mendengar, kita lebih bisa mendapat manfaat.
Ini baru sedikit yang saya dapat. Insya Allah akan saya tambahkan…
Saya juga masih belajar. Jadi mohon maaf bila ada kesalahan ya..

0 comments:
Post a Comment