Wednesday, September 29, 2010

Kohesi dan Adhesi Molekul Air


Well, kita mengetahui bahwa molekul-molekul air bersatu karena adanya ikatan hidrogen. Pada saat air berada dalam wujud cair, ikatan hidrogen-nya sangat rapuh, kekuatannya hanya sekitar seperduapuluh dari kekuatan ikatan kovalen. Ikatan-ikatan tersebut terbentuk, terpisah, dan terbentuk kembali dengan sangat cepat. Faktanya, tiap ikatan hidrogen ini hanya mampu bertahan beberapa pikodetik, tetapi molekul-molekulnya secara terus-menerus membentuk ikatan baru dengan pasangan atom penggantinya. Maka dari itu, dalam waktu yang relatif singkat, sejumlah tertentu dari molekul air akan berikatan dengan molekul tetangganya, membuat molekul air yang lebih teratur dibanding cairan lainnya. Secara keseluruhan, ikatan hidrogen menyatukan substansi tersebut, inilah yang kita sebut fenomena KOHESI.
Pada tumbuhan,kohesi karena adanya ikatan hidrogen terjadi pada peristiwa pengangkutan air yang melawan gravitasi. Air mencapai daun melalui pembuluh-pembuluh mikroskopik yang menjulur ke atas dari akar. Air yang menguap dari daun digantikan oleh air yang ada di pembuluh dalam tulang daun. Ikatan hidrogen menyebabkan molekul air yang keluar dari tulang daun dapat menarik molekul air yang berada lebih jauh dalam pembuluh, dan tarikan ke depan tersebut akan terus ditransmisi sepanjang pembuluh sampai ke akar.
ADHESI, melekatnya satu zat pada zat lain, juga berperan. Adhesi air pada dinding pembuluh membantu melawan gravitasi. Jadi, kohesi dan adhesi pada molekul air ini berguna bagi organisme. Dan sekarang, kita tahu...



Source: Pengamatan dan Referensi Penulis

0 comments:

Post a Comment