Showing posts with label Science. Show all posts
Showing posts with label Science. Show all posts

Saturday, November 27, 2010

Telinga Kanan?

Ada apa dengan telinga kanan? Tahukah Anda bila telinga kanan lebih mudah menerima perintah atau instruksi dibanding dengan telinga kiri? Mungkin sebagian sudah mengetahuinya.

Dr Luca Tommasi dan Daniele Marzoli dari University of Chieti, Italia, menemukan cara baru yang sangat sederhana agar seseorang mau mendengarkan nasihat kita. Yaitu dengan mengatakan perintah atau nasehat kita melalui telinga kanan lawan bicara. Para peneliti Italia menemukan bahwa orang lebih bagus memproses informasi jika permintaan diajukan lewat telinga kanan dalam tiga kali uji coba terpisah. Mereka meyakini hal itu disebabkan karena sisi kiri otak, yang memang lebih baik dalam memproses permintaan, menerima informasi dari telinga kanan. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal online Naturwissenschaffen.

Dalam penelitian pertama, 286 pengunjung klub dansa diamati saat berbincang sementara musik keras dimainkan. Secara keseluruhan, 72 persen interaksi terjadi di sisi kanan pendengaran.

Dalam penelitian kedua, peneliti mendekati 160 pengunjung klub musik, membisikkan kata-kata yang tak bermakna, dan menunggu sampel menolehkan kepala untuk menawarkan telinga kiri atau kanan. Mereka kemudian meminta sebatang rokok. Secara keseluruhan 58 persen menawarkan telinga kanan kepada peneliti dan 42 persen menawarkan telinga kiri.

Dalam penelitian ketiga, para peneliti dengan sengaja berbicara kepada 176 pengunjung klub musik lewat telinga kanan atau telinga kiri saat meminta rokok. Para peneliti yang berbicara ke telinga kanan mendapat lebih banyak rokok dari sebaliknya.

Para peneliti berkesimpulan: “Berbicara ke kuping kanan berarti Anda mengirim kata-kata ke bagian otak yang agak lebih sensitif.” Kesimpulan ini tampaknya sejalan dengan hipotesa mengenai spesialisasi bagian otak kanan dan kiri.

Jika proses informasi lebih baik dari telinga kanan, lalu untuk apa telinga kiri? Ternyata telinga kiri memiliki fungsi efektifnya sendiri.

Hasil penelitian oleh para ahli ilmu jiwa di Sam Houston State University, Texas bahwa seseorang akan cenderung lebih mengingat kata – kata emosional seperti cinta, jika mereka mendengarnya melalui telinga kiri.

Penemuan ini didukung fakta bahwa telinga kiri dikontrol oleh otak sebelah kanan yang bertanggung jawab untuk proses hal – hal emosional. Penelitian ini melibatkan 26 orang yang mendengarkan kata – kata berbeda melalui ke dua telinga dalam waktu yang sama. Kata – kata disusun dari kata – kata emosional seperti depresi sampai kata – kata non emosional seperti menggabung. Setelah latihan, para partisipan ditanya sejumlah kata-kata yang mereka telah dengar. Para peneliti menemukan bahwa partisipan memiliki ingatan yang lebih kuat terhadap kata – kata emosional yang mereka telah dengar melalui telinga sebelah kiri.

Lalu, bagaimana dengan kata ''maaf ''? Bagaimana agar permintaan maaf kita mudah diterima? Mungkin sering kali kita sudah berusaha meminta maaf kepada orang yang kita sakiti, tapi hanya menjawab,"Maaf, maaf. Gampang banget minta maaf gitu aja!" Lalu, bagaimana solusinya? Maka dari itu, dianjurkan untuk meminta maaf dengan membisikkannya ke telinga kanan orang yang kita sakiti itu. Telinga kanan akan lebih mudah menerima instruksi itu dan orang itu pun mudah-mudahan lebih mudah memaafkan kesalahan kita. Asalkan, kita pun harus meminta maaf dengan ikhlas dan dengan rasa menyesal.

Thursday, November 11, 2010

Adelie Penguin

Ada satu spesies penguin di benua Antartika yang disebut Adelie Penguin. Tingginya mencapai 70 cm. Jumlah mereka memang terhitung sedikit. Yang menarik dari penguin ini adalah tekstur warna tubuhnya. Seakan sedang mengenakan tuxedo.

Penguin Adelie dengan berat sekitar 4-5.5 kg ini tinggal di sekitar pulau-pulau pesisir. Mereka menghabiskan musim dingin di lepas pantai laut sekitar es Antartika. Makanan Adelie adalah hewan air kecil, seperti udang krill , tetapi juga makan ikan dan cumi-cumi. Mereka dapat menyelam sedalam 575 kaki (175 meter) untuk mencari makanannya.


Seperti penguin lainnya, Adelie adalah perenang yang ramping dan efisien gerakannya. Mereka mungkin melakukan perjalanan sejauh 185 mil (sekitar 300 kilometer) untuk mendapatkan makan.

Selama musim kawin (bulan Oktober), mereka pergi ke pantai Antartika yang berbatu-batu di mana mereka tinggal dalam komunitas besar yang disebut koloni. Kelompok-kelompok ini dapat mencakup ribuan penguin.

Setelah di darat, Adelies membangun sarang dan menandainya dengan batu-batu kecil. Mereka adalah pejalan yang handal yang dapat berjalan di darat cukup jauh. Pada awal musim semi, sebelum lembaran besar es putus, mereka mungkin harus berjalan 31 mil (50 kilometer) dari sarang mereka untuk mencapai air terbuka.

Penguin Adelie jantan membantu pasangan mereka dalam menjaga anaknya. Kedua jenis kelamin pada penguin ini hampir tidak bisa dibedakan. Mereka bergantian duduk di sepasang telur agar mereka tetap hangat dan aman dari predator. Ketika persediaan makanan menipis, hanya satu dari dua anak penguin dapat bertahan hidup. Setelah sekitar tiga minggu, orang tua dapat meninggalkan anaknya, meskipun nantinya akan berkumpul lagi dalam kelompok-kelompok. Penguin muda dapat berenang sendiri setelah sembilan minggu.

Sunday, November 7, 2010

Surgical Robot



Imagine if one day a robot can perform routine procedures in the operating room. Amazing! Bioengineers at Duke University, Durham, North Carolina, United States, have created a robot that can look for lesions or wounds in human organs and take samples in a single session all without doctor's supervision. Researchers hope the development one day, robots work independently on basic surgery. In the future, it would be very useful. Provided that, this technology is not misused later.



With nicknames biopsy Bot, the robot relies on 3-D ultrasound technology to its motion. Ultrasound scan serves as an "eye robot" allows doc bot to find the target. With a sophisticated artificial technology, data processing 3-D robot specific commands to the mechanical arm that examine the lesion and to take samples. The generation of surgical robots have been 93% effective in the most recent tests, and researchers at Duke University sure about the feasibility of a robot.

"One of the beauty of this system is that all hardware components available on the market," said team leader, professor Stephen Smith. "We believe that this is the first step in showing that with some modifications, such systems can be built without develop a new technology from the beginning."

One day, maybe the era of robots will be formed.
Depending on how we deal with technological developments. Perhaps, someday there will be a robot that replaces our work in the office, even a police robot.


Wednesday, September 29, 2010

Kohesi dan Adhesi Molekul Air


Well, kita mengetahui bahwa molekul-molekul air bersatu karena adanya ikatan hidrogen. Pada saat air berada dalam wujud cair, ikatan hidrogen-nya sangat rapuh, kekuatannya hanya sekitar seperduapuluh dari kekuatan ikatan kovalen. Ikatan-ikatan tersebut terbentuk, terpisah, dan terbentuk kembali dengan sangat cepat. Faktanya, tiap ikatan hidrogen ini hanya mampu bertahan beberapa pikodetik, tetapi molekul-molekulnya secara terus-menerus membentuk ikatan baru dengan pasangan atom penggantinya. Maka dari itu, dalam waktu yang relatif singkat, sejumlah tertentu dari molekul air akan berikatan dengan molekul tetangganya, membuat molekul air yang lebih teratur dibanding cairan lainnya. Secara keseluruhan, ikatan hidrogen menyatukan substansi tersebut, inilah yang kita sebut fenomena KOHESI.
Pada tumbuhan,kohesi karena adanya ikatan hidrogen terjadi pada peristiwa pengangkutan air yang melawan gravitasi. Air mencapai daun melalui pembuluh-pembuluh mikroskopik yang menjulur ke atas dari akar. Air yang menguap dari daun digantikan oleh air yang ada di pembuluh dalam tulang daun. Ikatan hidrogen menyebabkan molekul air yang keluar dari tulang daun dapat menarik molekul air yang berada lebih jauh dalam pembuluh, dan tarikan ke depan tersebut akan terus ditransmisi sepanjang pembuluh sampai ke akar.
ADHESI, melekatnya satu zat pada zat lain, juga berperan. Adhesi air pada dinding pembuluh membantu melawan gravitasi. Jadi, kohesi dan adhesi pada molekul air ini berguna bagi organisme. Dan sekarang, kita tahu...



Source: Pengamatan dan Referensi Penulis