Monday, November 8, 2010

Mandi Sebelum Shubuh


Berawal dari perkataan seorang guru Sejarah...
Yang kira-kira seperti ini...
"Dulu waktu bapak di pondok, bapak mandi sebelum shubuh. Sehat itu. Memang awal-awalnya kepala sakit. Tapi enak. Abis mandi sekitar jam 3, shalat malam, terus belajar. Ya kamu jangan langsung mandi jam 3. Coba jam 4 dulu."
Lalu, suatu ceramah di bulan Ramadhan, sang penceramah mengatakan kira-kira seperti ini.....
"Apa kalian mengetahui apa rahasia Nabi Muhammad SAW selalu sehat? Apa suatu kebiasaan yang beliau lakukan? Yaitu, mandi sebelum waktu shubuh. Peneliti di Jepang pun berusaha menemukan rahasia dibalik mandi sebelum waktu shubuh. Dan mereka menemukan bahwa mandi di antara jam 6 petang dan 12 malam (waktu setempat), air itu memiliki sifat untuk merusak tulang. Akan tetapi, jika mandi antara jam 12 sampai sebelum fajar terbit, air itu dapat menyehatkan tubuh..."



Berangkat dari pernyataan-pernyataan tersebut, saya berpikir untuk membuat penelitian akan mandi dan bangun pagi yang bertujuan untuk mengetahui manfaat mandi sebelum shubuh dan bangun tidur sebelum shubuh.
Singkat cerita, mulailah saya melakukan proyek kecil-kecilan ini.
Caranya mudah, saya mencoba selama satu minggu untuk bangun sebelum shubuh saja. Lalu, di minggu kedua saya bangun sebelum shubuh dan mandi sebelum shubuh. Dan di minggu ketiga, saya bagun dan mandi setelah shubuh. Di minggu keempat, saya bangun sebelum shubuh lalu tidur lagi. Di malam harinya, saya tidur maksimal jam 10.

Pengamatan:

-Minggu Pertama
Di pagi yang gelap gulita, alarm berbunyi. Mencoba membuka mata dan melirik ke arah jam. Ternyata sudah jam 3. Seperti hari-hari sebelumnya, setelah bangun saya beranjak ke kamar mandi untuk melakukan aktivitas pertama di pagi hari? Apakah itu? Ya, berwudhu, agar kantuk tidak datang lagi. Setelah itu, saya melakukan ibadah. Setelah itu, saya mencoba membuka buku pelajaran. Alhasil...Rasa kantuk datang. Saya hanya bisa bertahan paling banyak dua halaman. Setelah adzan shubuh berkumandang, barulah saya mandi. Kemungkinan teman sebaya saya melakukan hal ini memang kecil. Akan tetapi, di kelas yang saya tempati, mayoritas bangun sebelum shubuh.
Di sekolah....
Dengan bangun lebih pagi dari orang lain, akan membuat saya datang ke sekolah lebih pagi dari orang lain. Kecuali yang bangun lebih pagi dari saya. Saat pelajaran dimulai, saya dapat menangkap apa yang diajarkan guru yang sedang mengajar. Menguap rata-rata 5x per hari saat di sekolah. Rasa mengantuk selalu datang setiap pelajaran yang berlabel depan bahasa-. Saat pelajaran kesenian, tidak mengantuk. Saat pelajaran berhitung, tidak mengantuk. Saat pelajaran hafalan, sedikit mengantuk.





-Minggu kedua....
Mencoba untuk melakukan kebiasaan baru, yaitu mandi sebelum shubuh. Seperti biasa jam 3 saya sudah terbangun. Pergi ke kamar mandi, dan mandi. Saat wadah berisi air itu menumpahkan isinya ke kepala saya, brrrr.. Dingin. Saya coba lagi, brrrr. Masih dingin. Saya hentikan sejenak. Lalu, saya menyikat gigi. Setelah itu, saya coba lagi,,, dan sepertinya tubuh saya sudah menyesuaikan. Tidak terasa dingin. Setelah mandi, saya berwudhu untuk melakukan shalat malam. Setelah itu, saya membuka buku pelajaran, di hari pertama bisa membaca lima halaman. Berikutnya dapat membaca lebih banyak halaman lagi. Lalu, saya shalat shubuh.
Di sekolah...
Rata-rata menguap per hari saat di sekolah adalah 3x. Semangat belajar entah mengapa bertambah. Saat ada tugas, segera dikerjakan. Berbeda dengan minggu sebelumnya. Emosi lebih terkendali. Walau saya mulai terserang flu, pikiran saya lebih terarah di minggu-minggu ini. Rasa ngantuk pun mulai datang di sore hari.

-Minggu ketiga....
Mencoba mengabaikan bunyi alarm jam 3 pagi. Saya bangun setelah shubuh. Setelah itu, mandi. Lalu, shalat shubuh.
Di sekolah...
Rata-rata menguap di kelas adalah 5x. Konsentrasi saya menurun. Yang lebih parah, saya terus berpikir,"Kapan bel pulang? Mau cepat tidur.". Dan itu pun mayoritas yang dipikarkan oleh teman sekelas saya. Saya pun malas mengerjakan tugas di minggu ini. Nilai pun jatuh bebas.
Di rumah...
Saya mengambil waktu untuk tidur siang (tidak secara harafiah). Dan kesokannya, saya lebih memilih untuk terus bangun setelah shubuh saja. Seakan tubuh saya yang menginginkannya.

-Minggu keempat.
Alarm berbunyi, saya memaksakan diri untuk bangun. Saya mendapatkan efek dari minggu lalu. Alhasil, saya hanya terbangun. Setelah 5 menit, saya memutuskan untuk tidur lagi dan bangun setelah adzan shubuh. Mandi pun setelah adzan shubuh.
Di sekolah...
Rasa kantuk luar biasa datang. Rata-rata menguap di kelas adalah 7x. Tugas terbengkalai. Nilai tidak memuaskan. Guru mengajar diacuhkan. Entah ada angin apa. Tapi saya benar-benar mengantuk di minggu-minggu ini. Saya pun sempat sakit di minggu ini. Ini adalah minggu terburuk dalam sebulan terakhir.

Pertanyaan...
Mana yang lebih baik??
Bangun dan mandi langsung mandi sebelum shubuh.
Yang terburuk??
Sudah jelas ada lagunya. Bangun tidur, lalu tidur lagi, lalu bangun lagi.

Kesimpulan
Bangun tidur sebelum shubuh, membuat saya dapat menyerap pelajaran dan menjalani hari dengan baik. Namun, alangkah baiknya jika saya langsung mandi. Karena '' bangun tidur ku terus mandi...". Mandi sebelum shubuh secara medis dapat meningkatkan kesehatan. Secara psikologis, dapat membangkitkan semangat tiap harinya dan emosi cenderung lebih stabil.

Catatan
Kelemahan dalam penelitian saya ini adalah:
1. Objek penelitiannya hanya saya seorang.
2. Tidak ada jeda selang percobaan
3. Kepribadian orang yang berbeda-beda

Sebagai pelajar, ada baiknya kita mencoba hal ini. Namun, kita harus konsisten. Harus teratur dalam melakukan hal ini agar hasilnya pun juga baik.

Penelitian ini dilakukan di bulan September-November 2010

Kritik dan saran atas penelitian ini sangat diharapkan.

Terima kasih..

(Faishal Hafizh)



5 comments:

Raja Andriany said...

waw ! one day i'll try this uniqe research,shal!

Silahkan Buka said...

hmhmhm. . .
nice post !

bli agus said...

Mantap...sy dukung...ini selaras dgn pemahaman sy

bli agus said...

Mantap...sy dukung...ini selaras dgn pemahaman sy

bli agus said...

Mantap...sy dukung...ini selaras dgn pemahaman sy

Post a Comment